Tenggelamnya Kapal Van
Der Wijck
Hamka
Kisah
berawal di Batipuh Sapulok koto ( padang panjang) dari pertengkaran pendekar
Sutan dan Datuk Mantari Labih karena persoalan penggadaian setumpuk sawah. Kala
itu datuk Mantari Labih meninggal dan Pendekar Sutan dibuang 15 tahun di
Cilacap. Setelah masa hukuman dipotong 3 tahun seketika Sutan berada di
mengkasar dan menikah dengan Habibah dan mendapat seorang anak yang bernama
Zainuddin.
Zainuddin
dibesarkan oleh seorang pengasuh bernama Base. Dia dibesarkan di Makassar tanpa
orang tua. Ketika usianya beranjak dewasa Zainuddin berlayar ke Padang panjang,
tempat kelahiran ayahnya.
Sesampainya
di Padang Panjang, niat Zainuddin untuk mencari keluarga dari pihak ayahnya
harus pupus. Ternyata Zainuddin masih dianggap orang lain,orang bugis Makassar.
Di Batipuh
Zainuddin bertemu dengan Hayati, gadis Minagkabau . Perkenalan it uterus berlanjut sampai
akhirnya mereka berdua saling mencintai. Namun sayangnya hubungan mereka
terhalang adat. Pihak hayati tak menginginkan Zainuddin karena dia bukan orang
sesuku dengan Hayati.
Zainuddin
diusir dari Batipuh dan pindah ke Padang Panjang, ketika ada kesempatan hendak
bertemu, keduanya berjanji untuk sama-sama datang ke acara pacuan kuda. Tapi
keinginan tersebut tak bisa dikabulkan karena Azis yang juga menaruh hati
kepada Hayati lebih mendapat dukungan dari keluarga Hayati. Azis sendiri adalah
kakan dari Khadijah, sahabat Hayati.
Dengan uang
peninggalan Mak Base, mak angkatnya, Zainuddin berniat meminang Hayati. Dia
mengirim surat kepada engku datuk. Dia menyampaikan isi hatinya tapi dia tidak
menerangkan bahwa dia sudah kaya. Tapi dengan pertimbangan adat istiadat, asal
usul, suku serta harta, pinangan Zainuddin ditolak. Pinangan azislah yang
diterima dan Azis pun menikah dengan Hayati.
Untuk
melupakan Hayati, Zainuddin berpindah ke Jakarta dan dia merintis karir sebagai
seorang penulis. Untuk melebarkan sayapnya sebagai seorang penulis , Zainuddin
pindah ke Surabaya.
Di Surabaya,
dia bertemu dengan Azis dan Hayati. Azis dan Hayati telah jatuh miskin dan
mereka menumpang di rumah Zainuddin. Karena merasa malu, Azis meninggalkan
rumah dan meninggalkan sepucuk surat. Dalam surat itu, Azis menceraikan hayati
dan meminta Zainuddin untuk menikahi Hayati. Tapi Zainuddin tidak mau, dia
masih memendam sakit hatinya.
Hayati pun
kecewa dan pulang ke Sumatra dengan kapal Van Der Wijck. Setelah Hayati pergi
Zainuddin menyesal, dia pun segera menyusul ke Pelabuhan namun Hayati terlanjur
berlayar. Esoknya, tersiar kabar bahwa kapal Van Der Wijck tenggelam.
Di Rumah
sakit Lamongan, Zainuddin kembali bertemu dengan hayati. Di pertemuan inilah
Hayati menghembuskan nafas terakhirnya. Zainuddin sangat trepukul dan
sakit-sakitan. Tak lama kemudian, zainuddin pun berpulang ke sisi-Nya.
Analisis Latar
Latar sebagai landasan tumpu, menyaran pada pengertian
tempat, hubungan waktu, dan lingkungan social tempat terjadinya
peristiwa-peristiwa yang diceritakan.
Dalam novel “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” karya Hamka
yang dengan tokoh utama Zainuddin, cerita terjadi di Batipuh, Padang Panjang,
Makassar, Jakarta, dan Surabaya. Dalam novel ini pada tahap awal terdapat
pengenalan, pelukisan, atau penunjukan latar. Selain latar tempat juga
ditemukan latar waktu misalnya dalam
novel ini di cantumkan 20 oktober 1936 terjadi kecelakaan kapal Van Der Wijck,
hal tersebut menunjukkan waktu.
Dalam novel Tenggelamnya Kapal van Der Wijck latarnya tidak
terbatas pada penempatan lokasi-lokasi tertentu atau sesuatu yang bersifat
fisik saja melainkan juga berwujud tata cara, adat istiadat, dan nilai-nilai
yang berlaku di tempat yang bersangkutan (latar spiritual). Novel ini berlatar
sosial-budaya yang dapat menginformasikan bagaimana budaya Padang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar